
Nama Proyek : Perencanaan & Pengawasan Renovasi PT. SP Indonesia
Lokasi : Pandaan
Company : PT. Indra Karya (Persero) Cabang I
Posisi di Proyek : Arsitek
Direncanakan : Maret 2006
Dibangun : Juni 2006
Selesai : Desember 2006
interior laboratorium saat kondisi 75 %, tampak telah disiapkan beberapa jalur pipa utilitas dari plafond yang disesuaikan dengan lokasi meja nantinya
Sekilas Proyek :
Dasar dari direnovasinya salah satu cabang industri farmasi berskala Internasional ini adalah:
- Kebutuhan akan ruang laboratorium yang lebih reseprentatif
- Kebutuhan akan ruang kerja administrasi dan efisiensi sirkulasi. Seiring dengan bertambahnya personel dan rencana penambahan tenaga kerja di masa yang akan datang maka r.kerja administrasi yang ada terasa sangat kurang.
- Kebutuhan untuk lebih menyederhanakan sirkulasi produksi.
Dalam perencanaan R. Kerja, Laboratorium dan R.Produksi ini lebih dititik beratkan pada faktor fungsional.
Sebelum melakukan perencanaan, kami dibantu oleh owner melakukan:
- Meneliti kelaikan struktur bangunan lama
- Mempelajari sistem organisasi produksi dan aktivitas masing-masing kegiatan
- Menginventarisir seluruh perabot (baik kantor maupun alat produksi dan bahan) yang ada.
- Mempelajari syarat dan perlakuan khusus yang diperlukan. Syarat tersebut menyangkut pengkondisian ruangan yang berbeda untuk masing-masing aktivitas, baik secara penghawaan, pencahayaan, tekanan udara, hingga material yang dipakai.
- Mempelajari jaringan sistem utility baik penghawaan buatan,elektrikal, sistem pipa (Steam, O2, N2,O3,Chiled water ,dll) pembuangan dan pengolahan limbah, air, dan lain-lain. Kami juga mempelajari kemungkinan-kemungkinan perubahan.
- Mempelajari semua data dari owner, baik data yang ada maupun target yang ingin dicapai dengan renovasi ini.
- Mempelajari kemungkinan2 sistem management tahap perencanaan renovasi, hal inilah yang menurut kami permasalahan yang paling pelik, karena produksi dan sistem pendukungnya tetap berjalan dan berproduksi dengan baik, steril dan efisien selama proses renovasi.
Pekerjaan Perencanaan yang dilakukan
- Renovasi denah,
Renvasi denah yang dilakukan adalah memotong jalur sirkulasi dan merubah konsep kantor, dari kantor dengan pola ruang tertutup yang dihubungkan dengan sirkulasi menjadi kantor modern dengan konsep terbuka,hal ini tentu saja akan memotong jalur sirkulasi secara signifikan. Ruang laboratorium pindahkan dan mengalami perluasan. Untuk ruang produksi, bekerja sama dengan unit produksi untuk memperoleh urutan produksi dan syarat-syarat yang berlaku bagi kegiatan produksi. Dari sini dilakukan perubahan, namun perubahan yang kita lakukan tidak penuh seperti halnya ruang kerja administrasi dan laboratorium, untuk menghindari perubahan system utility secara frontal. Perubahan ruang produksi hanya pada penyesuaian ruang dengan aktivitas yang semakin kompleks dan pemotongan jalur sirkulasi.
- Penyesuaian struktur.
Perencanaan renovasi yang dilakukan tentu tidak lepas dari pembongkaran dan penerapan sistem struktur baru yang lebih efisien
- Penyesuaian system utility
Dari renovasi ini disesuaikan juga berbagai sistem utility antara lain: Sistem Penghawaan, Sistem pemadaman kebakaran, Sistem Elektrikal (220&330), Sistem komunikasi (LAN & PABX), Air Bersih, Portable water, Hot water, Chiled water, Steam, Vakum, Nitrogen, dll. Disinilah peran data dari owner sangat penting, dan ternyata harus diakui kami harus banyak membaca buku tentang sistem utilitas berikut perhitungannya, saya secara pribadi banyak berterimakasih pada owner kami yang telah memberikan literatur yang berkaitan dengan hal ini, begitu juga literatur2 utilitas semasa kuliah dulu.
- Sistem Pencahayaan
Sebuah Industri farmasi dengan cabang di berbagai negara ini sangat mensyaratkan pencahayaan sesuai fungsi ruang. Misal untuk ruang kerja dipersyaratkan 250 lux, untuk ruang laboratorium pemberi kerja mensyaratkan tingkat pencahayaan minimal 500 lux dan untuk ruang pencampuran (blending) mensyaratkan itensitas cahaya sebesar 300 lux..
Untuk ruang-ruang pencampuran (blending) pemberi kerja mensyaratkan juga pencahayaan hanya dari pencahayaan buatan (pencahayaan alami tidak diijinkan).
Agar memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut kami menyesuaikan jumlah lampu dengan kebutuhan dan luas ruang. Perhitungan tersebut dengan asumsi tanpa pencahayaan alami, karena jam kerja yang sampai malam.
Standar yang diinginkan adalah pencahayaan ruang kerja, laboratorium dan produksi yang stabil dan tidak terpengaruh terang gelap langit, untuk itu dirancang pencahayaan alami hanya sebagai “cahaya pembantu”. Pencahayaan alami lebih ditujukan untuk fasilitas pendukung, misal: kantin, r. rapat, dll.