Keamanan Pintu Pagar Sorong (2)

Jam dinding di kantor sudah menunjukkan pukul 18.00 sudah lewat satu jam waktunya pulang…., seperti biasa dengan mengendarai motor yang sudah cukup berumur aku bergegas pulang ke rumah. Setiba di daerah Pasar Bunul aku dikejutkan oleh suara braaak…., tidak sebegitu keras sih…., pikirku aahh …, mungkin ada kecelakaan lalu lintas, kerena didorong rasa ingin tahu aku balikkan motorku kearah sumber suara. Begitu tiba di sumber suara yang kudapati tenyata sebuah pagar sorong sebuah rumah yang roboh tertabrak mobil yang mau masuk rumah, Alhamduiillah tidak ada korban hanya pagarnya aja roboh. Dari kejadian ini aku jadi teringat pernah menulis tentang kejadian robohnya pagar di blog ini namun belum sempat terselesaikan. Dengan kejadian ini aku jadi berniat meneruskan tulisan terdahulu agar kejadian yang sama tidak terulang.
Dari beberapa pengamatan yang saya lakukan, kejadian pagar pintu sorong yang roboh pada umumnya disebabkan karena lepasnya rel pada daun pintu pagar dengan pengait pagar. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mudahnya lepas pengait dengan daun pintu pagar sorong antara lain :
  • Ausnya Roda Bawah Pagar

Roda bawah pagar berfungsi untuk menggerakkan pintu pagar, pada beberapa pintu pagar, roda tersebut diberi laher (bearing) agar memperhalus dan memperingan saat didorong. Namun yang perlu diperhatikan adalah laher tersebut harus di cek secara berkala dan dirawat agar tetap berfungsi dengan baik. Seperti kita ketahui pagar terletak diluar ruangan, terkena hujan, panas dan debu tiap hari yang dapat menyebabkan laher berkarat, ditambah lagi berat pagar dan tiap hari kita mendorong pagar tersebut maka kemungkinan laher aus sangat mungkin terjadi. Dan apabila laher telah aus apalagi sampai bola besi didalamnya pecah maka secara otomatis pintu pagar akan turun dari posisinya, hal ini jarang disadari karena pintu pagar masih berfungsi normal. Dengan turunnya pintu pagar maka rel atas akan turun juga dari pengaitnya, bisa dibayangkan bila pengait dan rel atas terbuat dari besi siku 4 cm, maka mungkin bidang yang terkait hanya 3 cm, bila roda laher tersebut aus dan pintu pagar turun 2 cm saja maka bidang pengait dan rel atas  hanya tersisa 1 cm. Dengan bidang yang terkait hanya 1 cm tersebut maka bila terjadi guncangan sedikit saja pada pintu pagar maka pintu tersebut pasti akan roboh.
  • Melesetnya Roda Bawah dengan rel

Dalam sehari kita bisa membuka dan penutup pintu pagar kita hingga beberapa kali, kadang kita tidak menyadari bahwa pintu pagar yang kita buka dan tutup tersebut tidak berada diatas relnya (meleset) namun pintu pagar dapat tetap terbuka dan tertutup secara lancar. Namun bila hal tersebut dibiarkan maka bisa menjadi salah satu penyebab robohnya pintu sorong pagar rumah anda.
  • Desain dan Konstruksi Pengait
Desain dan konstruksi Pengait sangat mementukan dalam menahan pintu pagar sorong agar tidak terlepas. Beberapa type pengait yang sering digunakan pada umumnya antara lain :
  • Siku Saling Berkaitan

Bentuk pengait ini paling sederhana dan paling murah dan mudah diterapkan, sehingga banyak pintu sorong menggunakan pengait model ini. Ada yang memasang pengait menghadap kearah atas (lihat gambar atas) ada juga yang kebalikannya. Pada pengait yang menghadap atas memiliki kelebihan bila pintu pagar sewaktu-waktu turun karena roda aus, maka pagar tidak akan roboh dengan tiba-tiba, namun pintu pagar akan sulit dibuka karena pengait dan rel pagar saling bergesekan, dan bila hal tersebut dibiarkan maka pintu pagar akan menggantung dipengait, dan bila angkur atau tiang pagar tidak kuat maka akan roboh juga. Untuk model pengait menghadap kebawah (paling umum digunakan) bila pintu pagar mengalami penurunan maka otomatis bidang pengait dan rel yang bersinggungan semakin kecil, dan hal ini biasanya sangat jarang disadari, karena fungsi pagar masih berjalan baik, namun bila dibiarkan maka pintu pagar dapat roboh sewaktu-waktu.  Yang perlu diperhatikan pada pengait model ini adalah saat pemasangan angkur ke dinding/ tiang pagar, pastikan tiang pagar cukup kuat, dan angkur benar-benar tertanam dengan kuat.
  • Siku pengait dengan sandaran
Model ini sebenarnya secara prinsip sama dengan model sebelumnya, namun siku pengait tidak di angkur pada tiang/ dinding pagar, namun dibuatkan dudukan tersendiri. Model ini memang tidak praktis, namun dari sisi kemanan masih lebih baik dari model sebelumnya, karena bila rel lepas dari pengaitnya masih ada yang menyangga (tidak langsung roboh)
Kedua model siku pengait maupun siku pengait dengan sandaran sama –sama mempunyai kelemahan yaitu pagar lebih susah untuk dibuka apalagi bila pintu pagar berukuran besar dan berat, hal ini karena ada gesekan antara pengait dan rel, gesekan tesebut juga mebuat cat yang ada di rel gampang terkelupas sehingga mengurangi estetika pagar.
  • Pengait samping beroda
Pengait samping beroda secara prinsip kerja sama dengan pengait siku, namun disni pengait ditambahkan roda laher yang berfungsi mengurangi gesekan dengan rel, sehingga pintu pagar lebih mudah untuk dibuka dan ditutup. Yang perlu diperhatian pada model ini adalah perawatan roda laher yang mengapit rel, biasanya roda laher dibiarkan terbuka dan menghadap keatas dan kebawah tegak lurus rel, tentu hal ini sangat rentan terhadap debu dan air hujan yang menyebabkan karat, dan akan mengikis roda-roda dalam laher, bila laher aus tentu pintu pagar tidak dapat berdiri dengan sempurna sehingga ada ruang gerak kearah luar dan dalam yang rentan menyebabkan pintu pagar roboh.
  • Pengait gantung
Pengait gantung ini memerlukan balok penggantung yang cukup kuat. Pengait ini biasanya dilengkapi dengan roda pada bagian atas. Jarang sekali ditemui pintu pagar yang mennguakan pengait seperti ini, biasanya hanya pada pagar yang tinggi dengan permukaan atas yang rata. Pintu pagar dengan menggunakan pengait seperti ini jarang sekali roboh, namun masalah yang sering terjadi adalah macetnya pintu pagar karena roda bagia atas aus atau dikarenakan kurang kuatnya konstruksi penggantung sehingga pintu pagar turun yang mengakibatkan bagian bawah pagar menggeser.
Dan masih banyak jenis pengait lainnya, namun apapun jenis pengaitnya yang perlu diperhatikan adalah kekuatan konstruksi dan perawatannya.
Dari ulasan singkat diatas dapat disimpulkan bahwa :
  • Apapun model pintu pagar sorong rumah anda, pastikan konstruksinya benar-benar kuat dan dapat menyangga pintu pagar dengan baik. Tanyakan pada pembuat pintu pagar anda bagaimana konstruksi pemasangannya, jangan hanya tertarik karena harga yang lebih murah.
  • Pastikan perawatan pintu pagar rumah anda secara berkala, jangan tunda laher atau ada bagian bagian yang aus untuk segera diganti.
  • Bila tiba-tiba pagar anda serasa agak susah untuk dibuka atau malah sebaliknya (lebih mudah dibuka daripada biasanya), maka anda harus mulai curiga dan segera mengecek apa  yang meyebabkan hal tersebut terjadi.

Tinggalkan Balasan