Bahan Keramik saat ini banyak digunakan sebagai bahan pelapis lantai maupun dinding. Banyak faktor kenapa bahan ini lebih disukai konsumen Indonesia. Dengan penggunaan yang sudah sedemikian luas tentunya perlu diperhatikan cara perawatan agar keramik tersebut tetap apik terpasang. Ada kalanya entah karena kecorebohan atau ketidaksengajaan, keramik yang telah apik terpasang tersebut terkena noda yang sulit dibersihkan. Hal ini tentunya akan memusingkan kita sebagai pemilik.
Bila keramik kita terkena noda yang sulit dihilangkan, sebaiknya jangan terburu-buru membongkar, mungkin tips berikut ini membantu:
- Noda Darah
Bersihkan dengan larutan Hidrogen peroksida atau pemutih pakaian
- Noda Kopi, teh, makanan, jus buah, dan lipstick
Bersihkan dengan larutan campuran detergen dan air panas, lalu dilanjutkan dengan pemutih dan keringkan.
- Noda Cat kuku
Gunakan aseton. Untuk noda membandel, gunakan cairan pemutih. Bilas dengan air lalu dikeringkan.
- Gemuk dan lemak
Larutan soda dan air. Bisa digunakan minuman bersoda. Bila telah selesai bersihkan lantai dengan air dan lap kering
- Tinta dan pewarna pakaian
Tuangkan cairan pemutih di tasnya, diamkan beberpa saat sampai noda hilang. Bersihkan lagi dengan air dan lap kering
- Iodin atau betadin
Sikat dengan larutan amonia. Bersihkan dengan air bersih, keringkan
- Permen karet, wax, dan ter
Pertama-tama singkirkan permen karet, wax, atau ter yang menempel dengan punggung pisau atau benda tipis lainnya. Perlu kehati-hatian dalam mengerjakan hal ini, jangan sampai menggores lantai. Bekukan sisa noda dengan cairan penghilang cat yang bersifat noflammable (tidak terbakar) – jangan menggunakan thiner.
Perhatian !!
Amonia, asam, atau produk yang mengandung kedua zat tersebut tidak boleh digunakan bersamaan dengan cairan yang mengandung klorin atau pemutih. Jika tercampur, reaksi kimianya dapat menghasilkan gas beracun.
Semoga tips diatas bermanfaat
(diambil dari beberapa sumber)
DIarsipkan di bawah: Artikel