Ditulis pada April 5, 2008 oleh royssanjay
Mengecat dinding….,
Mungkin sebagian besar orang meremehkan pekerjaan mengecat dinding, banyak yang beranggapan bahwa hal itu adalah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan semua orang dan bahkan tukang cat pun kadang tidak tahu urutan proses pengecatan yang benar. Sebagian besar dari mereka hanya melakukan urutan yang sudah “umum” dilakukan para pendahulunya. Padahal tidak semua kondisi dinding dapat disamaratakan proses pengecatannya. Bila proses yang kurang benar tersebut tetap dilakukan maka akan banyak ditemui kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan karena kesalahan tersebut dikemudian hari, Dan hal ini tentu akan merusak tampilan bangunan secara keseluruhan. Ibarat seorang wanita, walau cantik namun bila perawatan wajahnya salah maka akan merusak kecantikannya, begitu hubungan sebuah bangunan dengan pengecatan. Untuk memperoleh pengecatan yang baik maka yang perlu diperhatikan adalah : Mengikuti proses pengecatan secara full system, Memilih tenaga yang berpengalaman, dan Memilih cat yang bermutu tinggi. Read more »
DIarsipkan di bawah: Artikel | 1 Komentar »
Ditulis pada Maret 25, 2008 oleh royssanjay
Eksplorasi keindahan batu alam dalam dunia arsitektur seakan tidak lekang dimakan jaman. Mulai dari beberapa abad yang lalu, bermacam jenis batu alam telah diaplikasikan pada bangunan, baik hanya sebagai tempelan elemen visual maupun untuk mendapatkan sifat lebih dari batu alam itu sendiri (mis, tekstur, keawetan, dll). Saat ini banyak dijumpai beraneka jenis batu alam dipasaran, dan banyak juga dijumpai elemen “batu alam buatan manusia”. Penggunaan batu alam sebagai elemen arsitektur bukannya tanpa kendala, karena banyak ditemui beberapa jenis batu alam justru memerlukan perawatan yang lebih rumit, dan kadang situasi ini tidak diantisipasi saat perencanaan maupun pembangunan bangunan itu sendiri.
Cara perawatan rutin batu alam secara umum adalah sebagai berikut :
Musuh utama elemen batuan arsitektural adalah jamur dan lumut, untuk itu batu alam yang terpasang telah dilapisi dengan vernis. Namun lapisan ini tidak lantas menjamin bahwa elemen batu yang saat ini terpasang bebas lulut maupun jamur. Untuk menghindari lumut maupun jamur sebaiknya pelapisan vernis dan pre-coat pada lapisan batu diulang minimal sekali setahun. Vernis yang digunakan sebaiknya vernis khusus untuk melapisi batu alam, dan sebelum melakukan pelapisan sebaiknya permukaan batu disikat permukaannya lalu dikeringkan dan siap untuk di lapis kembali. Apabila telah elemen batuan sudah terlanjur penuh lumut dan jamur yang membandel karena keterlambatan perawatan maka terpaksa batu alam harus digerinda terlebih dahulu sebelum proses penyikatan dan pelapisan dilakukan. Jika hal ini yang terjadi maka resikonya adalah tekstur batu bisa menjadi rusak, untuk itu pentingnya perawatan secara berkala agar selalu tampak indah.
DIarsipkan di bawah: Artikel | Comments Off
Ditulis pada Februari 19, 2008 oleh royssanjay
DIarsipkan di bawah: Publikasi | 1 Komentar »